METODE PELAKSANAAN Sample Clauses

METODE PELAKSANAAN. 1. Jenis Penelitian Tipe ▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇ digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum normatif. Tata cara riset hukum normative ataupun tata cara riset hukum daftar pustaka merupakan tata cara ataupun metode yang dipergunakan di dalam riset ▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇ dicoba dengan metode mempelajari materi pustaka yang terdapat. Pada riset hukum normatif, yang diawasi ▇▇▇▇ ▇▇▇▇▇▇ pustaka ataupun informasi inferior, yang melingkupi materi hukum pokok, inferior, serta tertier. 2. ▇▇▇▇▇ ▇▇▇ Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari studi pustaka/library reseach, yang terdiri dari tiga bahan hukum yaitu :
METODE PELAKSANAAN. Pendekatan yang ditawarkan dalam pelaksana- an pelatihan terdiri dari dua metode. Yang pertama adalah penyajian materi. Materi yang diajarkan dalam kegiatan pelatihan ini diambil dari berbagai sumber yang relevan mengenai noun-pronoun agreement. Adapun materi yang disajikan dalam pengajaran ▇▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇ pengertian mengenai noun- pronoun agreement ▇▇▇ pronoun types (▇▇▇▇▇▇, 2017), materi tentang agreement in place, number and gender (▇▇▇▇, 2016), materi mengenai common mistake in noun-pronoun agreement (Hariyono, 2012) ▇▇▇ ▇▇▇▇▇▇ mengenai pronoun as an antecedent (▇▇▇▇▇▇▇, 2016). Materi disajikan melalui PowerPoint presentation dilengkapi dengan video yang berisi tentang materi noun- pronoun agreement. Setelah penyajian materi, para peserta diberi kesempatan untuk menanyakan ▇▇▇- ▇▇▇ ▇▇▇▇ belum dimengerti atau ▇▇▇ ▇▇▇▇ ingin diketahui mengenai materi yang telah disajikan oleh pemateri. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan mahasiswa pengetahuan ▇▇▇ pemahaman mengenai materi noun-prounoun agreement dalam kalimat bahasa Inggris. Metode pendekatan yang kedua adalah pemberian latihan. Pada setiap akhir penyajian materi, peserta diberi latihan untuk memastikan pemahaman mereka mengenai materi yang disajikan pada setiap pertemuan. Dalam kegiatan ini, ▇▇▇ penulis memberikan latihan tertulis berupa kalimat Bahasa Inggris yang noun ▇▇▇ pronoun- nya tidak sesuai untuk kemudian disesuaikan oleh para peserta pelatihan. Setelah latihan dalam bentuk tertulis, ▇▇▇ pelaksana kemudian memberi- kan latihan secara lisan. Dalam kegiatan ini, pemateri mengungkapkan kalimat sederhana dalam Bahasa Indonesia, kemudian diungkapkan kembali dalam Bahasa Inggris oleh peserta pelatihan. Kedua kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memastikan bahwa peserta memeroleh pengetahu- an ▇▇▇ pemahaman mengenai materi noun- pronoun agreement sesuai target yang ingin dicapai. Pada setiap kegiatan, kerjasama dari ▇▇▇ pelaksana sangat membantu kelancaran pelaksana- an program pengabdian ini. ▇▇▇ pelaksana selalu siap siaga membimbing para peserta jika dibutuhkan.