SKRIPSI
SKRIPSI
PERJANJIAN KERJASAMA DALAM PENGGUNAAN UANG ELEKTRONIK SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN DALAM SISTEM E-PAYMENT TRANS PADANG DAN PELAKSANAANNYA ANTARA DINAS PERHUBUNGAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA (DISHUBKOMINFO) DENGAN PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO), TBK
Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Hukum
Oleh :
XXXXXX XXXXX BP 1310111126
PROGRAM KEKHUSUSAN : HUKUM PERDATA BISNIS (PK II)
PEMBIMBING: Pembimbing 1: X. Xxxxxxxx Xxxxx, S.H., M.H Pembimbing 2: Xx. Xxxx Xxxxxx, S.H., M.H
FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS ANDALAS PADANG
2017
PERJANJIAN KERJASAMA DALAM PENGGUNAAN UANG ELEKTRONIK SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN DALAM SISTEM E-PAYMENT TRANS PADANG DAN PELAKSANAANNYA ANTARA DINAS PERHUBUNGAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA (DISHUBKOMINFO) DENGAN PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO), TBK.
(XXXXXX XXXXX, 1310111126, Fakultas Hukum Universitas Andalas, 56 Halaman, tahun 2017)
ABSTRAK
Trans Padang adalah layanan angkutan massal Bus Rapid Transit (BRT) yang mulai beroperasi sejak Februari 2014 di Kota Padang. BRT didefiniskan sebagai sistem transportasi yang memiliki kualitas tinggi baik dari segi keamanan, kenyamanan, ketepatan waktu, infrastruktur, dan juga sistem transportasi yang terjadwal. Salah satu ciri dari BRT adalah menggunakan sistem ticketing khusus, yaitu tiket yang telah disediakan oleh pihak Trans Padang yang dilakukan dengan sistem manual. Pelaksanaan penjualan tiket Trans Padang ini menimbulkan berbagai permasalahan, seperti penumpang bus yang membayar ongkos tanpa diberikan tiket oleh pramugara, pramugara Trans Padang sering kecolongan atau lupa meminta ongkos ke penumpang karena penumpang bus over kapasitas, dan uang kembalian penumpang tidak dikembalikan oleh pramugara. Dari permasalahan tersebut, pemerintah Kota Padang menerapkan tiket elektronik untuk seluruh pengguna Trans Padang. Dalam rangka penerapan layanan tiket elektronik ini, pemerintah Kota Padang (DISHUBKOMINFO) melakukan perjanjian kerjasama dengan PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Padang. Dalam penelitian ini penulis merumuskan dua pertanyaan yaitu: Bagaimana pelaksanaan perjanjian kerjasama dalam penggunaan uang elektronik sebagai alat pembayaran dalam sistem E-Payment Trans Padang dan apa saja kendala yang dihadapi dan upaya penyelesaiannya. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penulis melakukan metode pendekatan yuridis-empiris yang bersifat deskriptif analitis, jenis dan sumber data penelitian lapangan dan kepustakaan dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa studi dokumen dan wawancara, serta menggunakan analisis data deskriptif-kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: dalam perjanjian kerjasama ini kedua belah pihak telah melaksanakan hak dan kewajibannya, meskipun ada beberapa yang belum terlaksana, namun hal tersebut tidak menjadi hambatan. Kendala yang dihadapi adalah masyarakat yang mengeluhkan harga kartu Brizzi yang mahal, cara masyarakat mengakses untuk mendapatkan dan melakukan isi ulang saldo kartu Brizzi, dan pengguna kartu Brizzi belum mencapai target. Untuk mengatasi masalah tersebut, kedua belah pihak perlu meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai uang elektronik Brizzi, manfaat serta keuntungan menggunakan uang elektronik, khususnya untuk pembayaran Trans Padang.