LQGLYLGX WHUKDGDS NHWLGp DNEHUGD Klausul Contoh
LQGLYLGX WHUKDGDS NHWLGp DNEHUGD mengerjakan Ujian NDUHQD NHPDPSXDQ DNDGHPLV VD\D WLGDN PHPLOLNL NHPDPSXDQ PHQXcoOreLbeVlie f) \DQJ ED inilah yang telah menetap dan dapat memunculkan distorsi kognitif, yaitu kondisi yang mencirikan pikiran depresif tentang kesulitan akademik yang akan dihadapi, sehingga individu mengalami masalah dan memiliki gambaran tertentu dari masalahnya tersebut. Berdasarkan pernyataan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa ketika individu memiliki academic anxiety maka akan mengakibatkan gangguan emosional seperti: tidak percaya diri, kecemasan, depresi, dll. Kondisi yang mencirikan pikiran depresif ini muncul karena adanya distorsi kognitif atau pikiran-pikiran negatif terkait ketidakberdayaan atau ketidakmampuannya dalam hal akademik. Distorsi kognitif terbentuk dari core belief yang telah menetap yaitu merupakan keyakinan paling dasar tentang diri, adanya keyakinan tidak mampu secara akademik dan keyakinan tidak berdaya, keyakinan-keyakinan ini terbentuk berdasarkan pengalaman atau peristiwa yang dialami oleh individu. Sehingga ketika individu mengalami masalah terkait academic anxiety, maka hal yang perlu untuk dilakukan adalah dengan membantu individu menstruktur kembali pikiran- pikiran negatif yang dimilki menuju pikiran-pikiran yang lebih adaptif. Berikut ini merupakan bentuk adaptasi konsep “Hot Cross Bun” (HCB) dan CBT untuk Academic Anxiety:
