Uji Normalitas Klausul Contoh

Uji Normalitas. Pada penelitian ini, proses pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang diisi oleh asisten operator Container Crane di PT Terminal Petikemas Surabaya. Data-data yang telah dikumpulkan selanjutnya diolah menggunakan SPSS untuk melakukan uji asumsi klasik normalitas. Pengujian asumsi normalitas dilakukan dengan dua metode utama: ▇▇▇ ▇▇▇▇▇▇▇▇▇▇-Smirnov dan analisis plot. Kolmogorov-Smirnov Test dipilih dalam penelitian ini karena merupakan salah satu uji statistik yang banyak digunakan untuk menguji normalitas distribusi data. Uji ini bekerja dengan cara membandingkan distribusi kumulatif dari data sampel dengan distribusi kumulatif dari distribusi normal teoritis. Jika nilai probabilitas (p-value) dari hasil uji Kolmogorov-Smirnov lebih besar dari 0.050, maka data dianggap berdistribusi normal. Hal ini penting karena normalitas merupakan salah satu asumsi dasar dalam regresi linier yang dapat menentukan validitas hasil penelitian. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual N 60 Normal Parametersa,b Mean .0000000 Std. Deviation 2.09430465 Most Extreme Differences Absolute .098 Positive .098 Negative -.056 Test Statistic .098 Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d Sumber : Data diolah dengan SPSS, 2024 Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan SPSS, diperoleh nilai probabilitas residual (Kolmogorov-Smirnov Test) sebesar 0.200. Mengingat bahwa syarat normalitas adalah bila nilai probabilitas lebih besar dari 0.05, maka dapat disimpulkan bahwa data residual pada penelitian ini berdistribusi normal. Hasil ini menunjukkan bahwa asumsi normalitas terpenuhi, sehingga model regresi yang digunakan dalam penelitian ini layak untuk diterapkan. Nilai probabilitas ini memberikan indikasi bahwa perbedaan antara distribusi data sampel dan distribusi normal teoritis tidak signifikan secara statistik, yang berarti bahwa data residual mengikuti distribusi normal secara cukup baik. Selain uji Kolmogorov-Smirnov, analisis normalitas juga didukung dengan memperhatikan plot normalitas. Plot distribusi normalitas merupakan visualisasi yang menunjukkan apakah data mengikuti distribusi normal atau tidak. Plot normalitas biasanya ditampilkan dalam bentuk diagram Q-Q (Quantile-Quantile Plot), di mana data yang berdistribusi normal akan mengikuti garis diagonal. Berikut hasil ujinya.
Uji Normalitas. Tujuan dari uji normalitas adalah untuk menentukan apakah variabel berdistribusi normal atau tidak, karena model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. Dasar pengambilan keputusan uji normalitas yaitu dengan melihat tampilan grafik histogram, apabila grafik menunjukkan pola data terdistribusi secara normal, bentuk kurva pada histogram memiliki bentuk seperti lonceng. Namun bila dilihat grafik histogram memberikan pola yang sedikit menceng kekiri atau kanan, dapat dikatakan variabel pengganggu atau residual mendekati distribusi normal. Kemudian untuk lebih memastikan hasil analisis, uji normalitas penelitian ini juga dapat dilihat dengan normal probability plot. Grafik normal probability plot menggambarkan bahwa apabila data mendekati distribusi normal terlihat data menyebar disekitar diagonal dan mengikuti arah garis atau grafiknya. Meskipun data sedikit keluar garis dan kemudian mengikuti kembali garis diagonalnya, maka data observasi dikatakan mendekati distribusi normal. Pengujian normalitas juga dapat menggunakan metode kolmogrov- Smirnov. Bedanya, output yang dihasilkan Kolmogrov-Smirnov berupa tabel. Pendapat (Ghozali, 2012) untuk pedoman pengambilan keputusan data-data yang mendekati atau merupakan distribusi normal pada metode Kolmogrov-Smirnov dapat diukur melalui: a. Nilai probabilitas atau sig. > 0,05 maka data terdistribusi secara normal. b. Nilai probabilitas atau sig, < 0,05 maka data terdistribusi secara tidak normal.
Uji Normalitas. Tujuan dari ujian ini adalah untuk memverifikasi apakah nilai residu atau perbedaan yang terdapat dalam penelitian memiliki distribusi normal. Output analisis SPSS mungkin memiliki kurva yang menunjukkan distribusi normal; jika data berdistribusi normal, kurva ini biasanya menyerupai kurva lonceng. Histogram residual regresi yang telah distandarisasi dapat digunakan untuk menjelaskan uji normalitas. Pengujian normalitas dapat dilakukan secara statistik menggunakan fungsi Explore untuk menganalisis data dan mengevaluasi signifikansi deret Kolmogorov-Smirnov. Metode analisisnya: 1) Jika ada nilai Sig maka data normal lebih besar dari 0,05. 2) Untuk nilai Sig datanya tidak normal kurang dari 0,05.

Related to Uji Normalitas

  • BATAS MINIMUM PEMBELIAN UNIT PENYERTAAN Batas minimum pembelian awal dan selanjutnya Unit Penyertaan DANAKITA OBLIGASI NEGARA adalah sebesar Rp. 100.000,- (seratus ribu Rupiah) untuk setiap Pemegang Unit Penyertaan. Apabila pembelian Unit Penyertaan dilakukan melalui Agen Penjual Efek Reksa Dana yang ditunjuk oleh Manajer Investasi (jika ada) maka dengan pemberitahuan tertulis sebelumnya kepada Manajer Investasi, Agen Penjual Efek Reksa Dana yang ditunjuk oleh Manajer Investasi (jika ada) dapat menetapkan batas minimum pembelian awal dan selanjutnya Unit Penyertaan yang lebih tinggi dari ketentuan batas minimum pembelian Unit Penyertaan di atas.

  • Jangka Waktu dan Opsi Pembaruan Jangka waktu Layanan Cloud dimulai pada tanggal ketika IBM memberi tahu Klien mengenai akses mereka ke Layanan Cloud, sebagaimana yang didokumentasikan dalam PoE. PoE akan menetapkan apakah Layanan Cloud memperbarui secara otomatis, berlanjut berdasarkan penggunaan berkelanjutan, atau berakhir pada akhir jangka waktu. Untuk pembaruan otomatis, kecuali apabila Klien memberikan pemberitahuan tertulis untuk tidak memperbarui setidaknya 90 hari sebelum tanggal habis masa berlakunya jangka waktu, Layanan Cloud akan secara otomatis memperbarui untuk jangka waktu yang yang ditetapkan dalam PoE. Untuk penggunaan berkelanjutan, Layanan Cloud akan terus tersedia dengan basis per bulan hingga Klien memberikan pemberitahuan tertulis 90 hari sebelumnya mengenai pengakhiran. Layanan Cloud akan tetap tersedia hingga akhir bulan kalender setelah periode 90 hari tersebut.

  • IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan)

  • BATAS MINIMUM PENJUALAN KEMBALI DAN SALDO MINIMUM KEPEMILIKAN UNIT PENYERTAAN Batas minimum Penjualan Kembali Unit Penyertaan BATAVIA INDIA SHARIA EQUITY USD ditentukan berdasarkan kondisi mana yang terpenuhi dari salah satu ketentuan yaitu sebesar USD 100,- (seratus Dolar Amerika Serikat) atau sejumlah 100 (seratus) Unit Penyertaan berdasarkan Nilai Aktiva Bersih BATAVIA INDIA SHARIA EQUITY USD pada akhir Hari Bursa pada tanggal dilakukannya Penjualan Kembali. Apabila Penjualan Kembali dilakukan melalui Agen Penjual Efek Reksa Dana yang ditunjuk oleh Manajer Investasi (jika ada), dimana Agen Penjual Efek Reksa Dana tersebut menetapkan batas minimum Penjualan Kembali Unit Penyertaan BATAVIA INDIA SHARIA EQUITY USD yang lebih besar dari yang tercantum dalam Prospektus ini maka batas minimum Penjualan Kembali Unit Penyertaan BATAVIA INDIA SHARIA EQUITY USD akan diatur dan dicantumkan dalam Dokumen Keterbukaan Produk. Saldo Minimum Kepemilikan Unit Penyertaan BATAVIA INDIA SHARIA EQUITY USD adalah sebesar USD 100,- (seratus Dolar Amerika Serikat) untuk setiap Pemegang Unit Penyertaan. Apabila Penjualan Kembali menyebabkan jumlah kepemilikan kurang dari USD 100,- (seratus Dolar Amerika Serikat), maka Manajer Investasi dengan terlebih dahulu mengirimkan pemberitahuan tertulis kepada Pemegang Unit Penyertaan dan mendapat konfirmasi tertulis dari Pemegang Unit Penyertaan untuk dapat menutup rekening yang dimiliki Pemegang Unit Penyertaan tersebut, mencairkan seluruh Unit Penyertaannya dan mentransfer hasil pencairan Unit Penyertaan tersebut dalam mata uang Dolar Amerika Serikat ke rekening yang terdaftar atas nama Pemegang Unit Penyertaan yang tercantum pada formulir pembukaan rekening BATAVIA INDIA SHARIA EQUITY USD atau rekening atas nama Pemegang Unit Penyertaan yang ditunjuk kemudian oleh Pemegang Unit Penyertaan. Dalam hal Pemegang Unit Penyertaan BATAVIA INDIA SHARIA EQUITY USD tidak memberikan tanggapan dan/atau persetujuan atas penutupan sebagaimana dimaksud diatas, maka Pemegang Unit Penyertaan BATAVIA INDIA SHARIA EQUITY USD tersebut berhak melakukan segala transaksi terkait dengan Unit Penyertaan BATAVIA INDIA SHARIA EQUITY USD sebagaimana mestinya. Apabila Penjualan Kembali dilakukan melalui Agen Penjual yang ditunjuk oleh Manajer Investasi (jika ada), dimana Agen Penjual tersebut menetapkan Saldo Minimum kepemilikan Unit Penyertaan BATAVIA INDIA SHARIA EQUITY USD yang lebih besar dari yang tercantum dalam Prospektus ini maka, Saldo Minimum kepemilikan Unit Penyertaan BATAVIA INDIA SHARIA EQUITY USD akan diatur dan dicantumkan dalam Dokumen Keterbukaan Produk.

  • Risiko Berkurangnya Nilai Aktiva Bersih Setiap Unit Penyertaan Nilai setiap Unit Penyertaan MANDIRI INVESTA ATRAKTIF dapat berubah akibat kenaikan atau penurunan Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana yang bersangkutan. Terjadinya penurunan Nilai Aktiva Bersih setiap Unit Penyertaan dapat disebabkan antara lain oleh perubahan harga efek dalam portofolio.