We use cookies on our site to analyze traffic, enhance your experience, and provide you with tailored content.

For more information visit our privacy policy.

W5M Sample Clauses

W5M. Pt. NE 8, Pt. SW 9 PNG surface to top Slxxx Xxxxx Xxx. 000 Xxx. 0 X0X: Pt. SW 9 PNG in Slave Point (Unitized zone) Twp. 087 Rge. 09 W5M: Pt. NE 8, Pt. SW 9 PNG base Slave Point to base Granite Wash (M00262) Twp. 087 Rge. 9 W5M: NE 4, SE 8, SE 9 & Pt. SW 9 PNG surface to top Slxxx Xxxxx Xxx. 000 Xxx. 00 X0X: NE 4, XX 0, Xx. XX 0, XX 0 PNG in Slxxx Xxxxx (Xxxxxxxx Xxxx) Xxx. 000 Xxx. 00 X0X: NE 8, N 9 PNG surface to base Slave Point (M01273) Twp. 087 Rge. 09 W5M: NW 9, Pt. SW 9 PNG base Slave Point to base Granite Wash Twp. 087 Rge. 09 W5M: SE8 PNG base Slave Point to base Granite Wash Operating Agreement dated October 31, 1986 made among Xxxxxxxx of Canada, Limited, BP Resources Canada Limited, Ethyl Petroleum Corporation, Husky Oil Operations Ltd., Ryerson Oil and Gas Limited and Ulster Petroleums Ltd. (C00214) [ROFR Applicable] 20 days 31.25% -Alberta Crown Lessor Royalty - Non-Convertible XXXX of 1/150 (5-15%) on oil and 15% on gas on 50% of production paid by BOC 50% to Freehold PTP 25% and Harvest OP 75% -Indian Oil & Gas Lessor Royalty -Non-Convertible XXXX of 1/150 (5-15%) on oil and 15% on gas on 50% of production paid by BOC 50% to Freehold PTP 25% and Harvest OP 75% -Indian Oil & Gas Lessor Royalty -Non-Convertible XXXX of 1/150 (5-15%) on oil and 15% on gas on 50% of production paid by BOC 50% to Freehold 50% and Harvest 50% 100/02-08-087-09 W5/00 100/08-08-087-09 W5/00 100/09-08-087-09 W5/00 100/09-08-087-09 W5/02 100/02-09-087-09 W5/00 100/04-09-087-09 W5/00 100/06-09-087-09 W5/00 100/06-09-087-09 W5/02 100/09-09-087-09 W5/00 102/09-09-087-09 W5/00 100/11-09-087-09 W5/00 100/11-09-087-09 W5/02 100/12-09-087-09 W5/00 100/14-09-087-09 W5/00 and all Unit Xxxxx Twp. 087 Rge. 09 W5M: NW 4, NE 5 PNG in Slave Point (Unitized zone) (M01273) Twp. 087 Rge. 09 W5M: NW 4, NE 5 PNG base Slave Point to base Granite Wash 20 days 23.25% -Indian Oil & Gas Lessor Royalty -Non-Convertible XXXX of 1/150 (5-15%) on oil and 15% on gas on 50% of production paid by BOC 50% to Freehold PTP 25% and Harvest OP 75% -Indian Oil & Gas Lessor Royalty -Non-Convertible XXXX of 1/150 (5-15%) on oil and 15% on gas on 50% of production paid by BOC 23.25% to Freehold PTP 25% and Harvest OP 75% Twp. 089 Rge. 09 W5M: NE 13 PNG surface to base Slave Point (M00865) NE 13 PNG base Slave Point to base Granite Wash (M00872) Proposed Equalization Agreement dated March 13, 2002 made between Baytex Energy Partnership and Xxxxxxxx of Canada, Limited (C00514) [ROFR Exemption Applicable] 30 da...
W5M. Pt. NE 8, Pt. SW 9 PNG surface to top Slave Point 31.25% -Alberta Crown Lessor Royalty - Non-Convertible XXXX of 1/150 (5-15%) on oil and 15% on gas on 50% of production paid by BOC 50% to Freehold PTP 25% and Harvest OP 75%
W5M. Pt. NE 8, Pt. SW 9 PNG surface to top Slave Point 19.88636% -Alberta Crown Lessor Royalty - Non-Convertible XXXX of 1/150 (5-15%) on oil and 15% on gas on 50% of production paid by BOC 50% to Freehold PTP 25% and Harvest OP 75% Alberta Crown PNG 129277 M00262 Twp. 087 Rge. 09 W5M : Pt. NE 8 PNG in Slave Point 19.88636% -Xxxxxxx Xxxxxx Royalty -Non-Convertible XXXX of 1/150 (5%-15%) on oil and 15% on gas on 50% of production paid by BOC 50% to Freehold PTP 25% and Harvest OP 75%
W5M. Pt. SW 8 PNG surface to base Granite Wash (excluding PNG in Slave Point) 0.8235% -Alberta Crown Lessor Royalty Alberta Crown PNG 058702A334 M01367 Twp. 087 Rge. 09 W5M: SW 8 PNG in Slave Point (Unitized Zone) 5.4930% (Unit) (0.8235% non-unit) -Alberta Crown Lessor Royalty Alberta Crown PNG 1042A M01601 Twp. 087 Rge. 10 W5M: SE 9 PNG surface to base Granite Wash 100% -Alberta Crown Lessor Royalty Alberta Crown PNG 1042 M00775 Twp. 087 Rge. 10 W5M: SW 9 PNG surface to base Granite Wash 50.00% -Alberta Crown Lessor Royalty Alberta Crown PNG 17123 M00866 Twp. 088 Rge. 08 W5M: NE 31 PNG surface to base Slave Point 50.00% -Alberta Crown Lessor Royalty - Non-convertible XXXX of 0.9258456% on 100% of production paid by BOC 50% to Heritageroy 100% -Non-convertible XXXX of 2.5% on 100% of production paid by BOC 50% to Blacklinkrl 50% and Jadak 50% Alberta Crown PNG 17123 M00866 Twp. 088 Rge. 08 W5M: NW 31 PNG surface to base Slave Point 100% - Non-convertible XXXX of 4% on 100% of production paid by BOC 100% to BOC 76.85386% -Non-convertible XXXX of 3.5% on 100% of production paid by BOC 100% to BOC 100%. - Alberta Crown Lessor Royalty - Non-convertible XXXX of 4% on 100% of production paid by BOC 100% to BOC 76.85386% and Heritageroy 23.14614% -Non-convertible XXXX of 2.5% on 100% of production paid by BOC 100% to Blacklinkrl 50% and Jadak 50% -Non-convertible XXXX of 3.5% on 100% of production paid by BOC 100% to BOC 100%. Alberta Crown PNG 28266 M00867 Twp. 088 Rge. 09 W5M: NE 26 PNG surface to base Slave Point 50.00% -Alberta Crown Lessor Royalty -Non-convertible XXXX of 0.9258456% on 100% production paid by BOC 50% to Heritageroy 100% -Non-convertible XXXX of 2.5% on 100% of production paid by BOC 50% to Blacklinkrl 50% and Jadak 50%. Alberta Crown PNG 28266 M00867 Twp. 088 Rge. 09 W5M: SE 35 PNG surface to base Slave Point 50.00% -Alberta Crown Lessor Royalty -Non-convertible XXXX of 0.9258456% on 100% production paid by BOC 50% to Heritageroy 100% -Non-convertible XXXX of 2.5% on 100% of production paid by BOC 50% to Blacklinkrl 50% and Jadak 50%. Alberta Crown PNG 28266 M00867 Twp. 088 Rge. 09 W5M: NE 35 PNG surface to base Slave Point Non-Convertible XXXX: -4% on 100% production paid by Southernpac to BOC 76.85386% -3.5% on 100% production paid by SCCC 100% to BOX 000% X/X Xxxxxxx Xrown PNG 17138 M00869 Twp. 088 Rge. 09 W5M: NE 36 PNG surface to base Slave Point Non-convertible XXXX: -10% on 100% production paid by SCCC 100% to BOC 50% -3.5% on 100% of prod...
W5M. Secs. 1; 2; 3; 4; 5; 6; 7; 8; 9; 10; 11; 12; 13; 14; 15; 16; 17; 18; 19; 20; 21; 22; 23; 24; 25; 26; 27; 28; 29; 30; 31; 32; 33; 34; 35; 36. Oilsands below Top of the Peace River to Base of the Pekisko ***100% Crown S/S

Related to W5M

  • ORG-0002 Official name: The High Court of Ireland Registration number: The High Court of Ireland Department: The High Court of Ireland Town: Dublin Postcode: X00 XXX0 Country: Ireland Email: XxxxXxxxxXxxxxxxXxxxxx@xxxxxx.xx Roles of this organisation: Review organisation 8.1 ORG-0003

  • Check Meters Developer, at its option and expense, may install and operate, on its premises and on its side of the Point of Interconnection, one or more check meters to check Connecting Transmission Owner’s meters. Such check meters shall be for check purposes only and shall not be used for the measurement of power flows for purposes of this Agreement, except as provided in Article 7.4 below. The check meters shall be subject at all reasonable times to inspection and examination by Connecting Transmission Owner or its designee. The installation, operation and maintenance thereof shall be performed entirely by Developer in accordance with Good Utility Practice.

  • Pendahuluan Lembaga keuangan yang disebut bank tidak cukup ampuh untuk menanggulangi berbagai keperluan xxxx dalam masyarakat, mengingat keterbatasan jangkauan penyebaran xxxxxx xxx keterbatasan sumber xxxx xxxx dimiliki oleh bank. Hal ini semakin nyata terlihat dari banyaknya bank-bank yang dilikuidasi. Kondisi demikan ini berdampak pada lesunya perekonomian negara yang berbuntut pada semakin sulitnya mendapatkan xxxx xxxxx xxxx sangat dominan xxx dibutuhkan oleh dunia perekonomian. Menyikapi berbagai kelemahan yang terdapat pada lembaga keuangan bank dalam rangka menyalurkan kebutuhan xxxx xxxx diperlukan masyarakat, maka muncul lembaga keuangan bukan bank yang merupakan lembaga penyandang xxxx xxxx lebih fleksibel xxx moderat daripada bank yang dalam xxx-xxx tertentu tingkat risikonya bahkan lebih tinggi. Lembaga inilah yang kemudian dikenal sebagai lembaga pembiayaan yang menawarkan model-model formulasi baru dalam hal penyaluran xxxx terhadap pihak- pihak yang membutuhkannya seperti, leasing (sewa guna usaha), factoring (anjak piutang), modal ventura, perdagangan surat berharga, usaha kartu xxxxxx xxx pembiayaan konsumen yang diatur berdasarkan Keppres Nomor 61 Tahun 1988 tentang Lembaga Pembiayaan. Pengertian Lembaga Pembiayaan keuangan bukan bank dapat dilihat dalam Pasal 1 angka (4) Keppres Nomor 61 Tahun 1988 Tentang Lembaga Pembiayaan, yaitu: Lembaga keuangan bukan bank adalah badan usaha yang melakukan kegiatan dibidang keuangan yang secara langsung atau tidak langsung menghimpun xxxx dengan jalan mengeluarkan surat berharga xxx menyalurkannya kedalam masyarakat guna membiayai investasi perusahaan-perusahaan. Salah satu sistim pembiayaan alternatif yang cukup berperan aktif dalam menunjang dunia usaha akhir-akhir ini yaitu pembiayaan konsumen atau dikenal dengan istilah consumer service. Berdasarkan Xxxxx 0 Angka (6) Keppres Nomor 61 Tahun 1988 tentang Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Pembiayaan Konsumen adalah Badan usaha yang melakukan pembiayaan pengadaan barang untuk kebutuhan konsumen dengan sistim pembayaran berkala. Dengan demikian, istilah Lembaga Pembiayaan lebih sempit pengertiannya dibandingkan dengan istilah Lembaga Keuangan, Lembaga Pembiayaan adalah bagian dari Lembaga Keuangan. Dewasa ini, jenis pembiayaan konsumen meskipun masih terbilang muda usianya tetapi sudah cukup populer dalam dunia bisnis di Indonesia, mengingat sifat dari transaksi pembiayaan konsumen tersebut mampu menampung masalah-masalah yang tidak dapat dipecahkan dengan jenis pembiayaan yang biasa di bank-bank. Di samping itu besarnya biaya yang diberikan perkonsumen relatif kecil, mengingat barang yang dibidik untuk dibiayai secara pembiayaan konsumen adalah barang- barang keperluan konsumen yang akan dipakai oleh konsumen untuk keperluan hidupnya. Adanya petumbuhan xxx perkembangan perusahaan yang menghasilkan berbagai macam produk kebutuhan hidup sehari–hari, hal ini mendorong masyarakat untuk memiliki xxx menikmati produk yang dibutuhkannya. Produk xxxx xxxxxx dijadikan dalam menggunakan jasa perusahaan pembiayaan konsumen biasanya adalah barang-barang konsumtif seperti barang elektronik, furniture xxx kendaraan bermotor, disisi lain masyarakat belum mampu membelinya secara tunai. Sejak adanya paket kebijaksanaan 20 Desember 1988 (Pakdes 20/88) mulai diperkenalkan pranata hukum, diantaranya pembiayaan konsumen. Dimana lembaga ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan produk yang diharapkan/dibutuhkan. Di samping alasan tersebut ada beberapa xxxxxx xxxx dapat dilihat sebagai berikut : a. Keterbatasan sumber xxxx formal dengan sistim pembiayaan yang fleksibel xxx Tidak memerlukan penyerahan barang jaminan b. Koperasi pembiayaan sulit berkembang, hal ini dipengaruhi oleh manajemen koperasi di tangani oleh orang–orang yang tidak profesional atau masih bermental individualis (tidak berorientasi kepada kepentingan bersama) dimana pembiayaan xxx pengawasan lebih menekankan pada keberadaannya bukan pada pemanfaatan modal usaha dimana apabila telah mampu menghimpun xxxx xxxx besar, maka cenderung untuk korupsi dengan pemanfaatan modal untuk kepentingan diri sendiri. c. Bank tidak melayani pembiayaan konsumen, karena Bank tidak melayani kredit yang bersifat konsumtif xxx Bank menerapkan prinsif jaminan dalam pemberian kredit. Dengan adanya lembaga Pembiayaan Konsumen dapat membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki prodak barang yang mereka butuhkan xxx seringkali barang tersebut mereka jadikan sebagai alat untuk mencari uang guna mendapatkan tambahan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Perjanjian pembiayaan konsumen sebagai terobosan terhadap jual beli secara angsuran. Perjanjian pembiayaan merupakan salah satu cara untuk menjawab persoalan masyarakat dalam mendapatkan barang yang dibutuhkan xxx memberikan jalan keluar apabila pihak supplier menghadapi banyak permintaan atau hasrat masyarakat untuk membeli barang tetapi calon pembeli tersebut tidak mampu untuk membayar harga barang tersebut secara tunai. Dalam memenuhi permohonan suatu barang, pihak supplier melibatkan pihak ke 3 (tiga) yaitu perusahaan pembiayaan sebagai penyadang xxxx. Dalam praktek perjanjian yang melibatkan tiga pihak ini yaitu konsumen, supplier xxx perusahaan pembiayaan konsumen, karena pihak supplier pada dasarnya lebih megutamakan penjualan secara tunai untuk menjaga stabilitas keuangan perusahaannya, sehingga untuk memenuhi permohonan kredit dari pembeli, pihak supplier melibatkan perusahaan pembiayaan yang menyediakan xxxx untuk membeli barang dari supplier secara tunai. Supplier sebagai pemilik barang atau produsen wajib memberikan informasi atas barang yang dibeli oleh konsumen atas kualitas xxx keadaan barang yang akan dipakai sehingga konsumen memperoleh informasi yang jelas dari karakter xxx sifat barang yang akan digunakan oleh konsumen, sehingga konsumen dapat menggunakan barang sesuai dengan kebutuhan xxx petunjuk penggunaan, xxxx xxx kualitas barang sangat mempengaruhi kelangsungan dalam berusaha penjualan barang. Maka perlu adanya suatu jaminan atas barang yang dipakai oleh konsumen, xxx perlunya suatu kepastian penggantian bila terjadi kesalahan produksi. Untuk mendapatkan fasilitas kredit dari lembaga pembiayaan konsumen tidak memerlukan prosedur xxxx xxxxx melainkan konsumen yang berkepentingan dapat mengajukan permohonan aplikasi kredit terhadap perusahaan, sehingga perusahaan akan membayar secara tunai atas harga barang kebutuhan yang dibeli konsumen dari pemasok (supplier) dengan ketentuan pembayaran kembali harga barang itu kepada perusahaan pembiayaan konsumen dilakukan secara angsuran atau berkala. Akan tetapi kegiatan perusahaan pembiayaan konsumen seperti ini bukan berarti tidak mengandung resiko. Resiko akan muncul apabila konsumen tidak melakukan pembayaran angsuran secara berkala sebagai kewajibannya sebagaimana yang telah disepakati dalam perjanjian. Disamping itu ada juga konsumen yang menghilangkan atau menjual barang sebagai objek perjanjian tersebut sehingga keberadaan barang tidak diketahui oleh pihak perusahaan pembiayaan konsumen Perkembangan prilaku masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya berdampak pada perkembangan hukum . Hal ini sesuai dengan teori Xxx Xxxxxxx yang menyatakan bahwa perkembangan hukum terjadi karena perubahan prilaku masyarakat, lebih tepat adalah bahwa jiwa rakyatlah (volksgeit) yang hidup xxx bergerak dalam diri semua individu yang menciptakan hukum (Xxxx Xxxxxxx, 2006: 89). Selanjutnya beliau mengatakan bahwa hukum tidak muncul secara kebetulan, tetapi lahir dari kesadaran batiniah rakyat (Xxxxxxx L Xxxxx, 2010: 105). Teori tersebut membawa dampak lahirnya Undang-Undang No 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Dalam hal seperti ini apabila terjadi sengketa antara konsumen dengan perusahaan pembiayaan menurut ketentuan Pasal 45 ayat 2 Undang – Undang Nomr 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen disebutkan bahwa penyelesaian perselisihan konsumen dapat ditempuh melalui pengadilan atau diluar pengadilan berdasarkan pilihan sukarela para pihak yang bersengketa. Xxxx xxxxxx terjadi dalam masyarakat adalah perusahaan lebih suka penyelesaiannya diluar pengadilan atau non litigasi. Dengan tujuan agar citra perusahaan tetap dipandang xxxx xxxx masyarakat, karena prosedur-prosedur penyelesaian diluar pengadilan bisa memberikan jaminan kerahasiaan yang sama besarnya bagi setiap pihak yang terlibat seperti xxxx xxxxxx kali ditentukan dalam konferensi penyelesaian masalah (Rachmadi Usman,2002: 13). Selanjutnya Xxxxxxxx Xxxxx, menyatakan bahwa sebagai usaha yang penuh resiko, sebelum memberikan kredit seyogianya harus melakukan analisis kredit yang seksama, teliti, xxx xxxxxx dengan didasarkan pada yang actual xxx akurat, sehingga tidak akan keliru dalam pengambilan keputusan (Rachmadi Usman, 2001: 255). Oleh karena itu, setiap pemberian kredit tentunya telah memenuhi ketentuan- ketentuan xxxx xxx xxx sesuai dengan asas perkreditan yang sehat. Untuk menentukan apakah suatu kredit dikatakan bermasalah atau macet didasarkan pada kolektibilitas kreditnya. Kolektabilitas adalah keadaan pembayaran pokok atau angsuran xxx bunga kredit oleh konsumen. Pasal 1338 KUHPerdata disebutkan bahwa semua perjanjian yang dibuat secara sah, berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya, tidak dapat ditarik kembali tanpa persetujuan kedua belah pihak atau xxxxxx xxxxxx-xxxxxx xxxx cukup menurut Undang- Undang xxx harus dilaksanakan dengan itikad baik (Xxxxx Xxxxx Xxxxxxxx, 2000: 233). Sebenarnya yang dimaksud dalam pasal ini adalah, suatu perjanjian yang dibuat secara sah artinya tidak bertentangan dengan undang-undang mengikat kedua belah pihak. Perjanjian itu pada umumnya tidak dapat ditarik kembali kecuali dengan persetujuan tertentu dari kedua belah pihak atau berdasarkan xxxxxx xxxx telah ditetapkan oleh Undang-undang. Ada keleluasaan dari pihak yang berkepentingan untuk memberlakukan hukum perjanjian yang termuat dalam buku III KUHPerdata tersebut, yang juga sebagai hukum pelengkap ditambah pula dengan asas kebebasan berkontrak tersebut memungkinkan para pihak dalam prakteknya untuk mengadakan perjanjian yang sama sekali tidak terdapat di dalam KUHPerdata maupun KUHD, dengan demikian oleh Undang- undang diperbolehkan untuk membuat perjanjian yang harus dapat berlaku bagi para pihak yang membuatnya. Apabila dalam perjanjian terdapat xxx-xxx xxxx tidak ditentukan, xxxx xxx-xxx dimaksud tunduk pada ketentuan Undang-undang. Berdasarkan ketentuan tersebut jelaslah bahwa perjanjian pembiayaan konsumen (Consumer Finance) tunduk pada ketentuan-ketentuan umum untuk hukum perjanjian yang terdapat dalam buku III KUHPerdata sehingga apabila terjadi perselisihan antara para pihak ketentuan- ketentuan tersebutlah yang dapat ditentukan sebagai pedoman dalam penyelesaian. Dalam prakteknya pelaksanaan perjanjian pembiayaan konsumen tidak terlepas dari berbagai hambatan xxx masalah yang menyertainya, sehingga perusahaan pembiayaan konsumen harus menyiapkan berbagai upaya penyelesaian guna mengatasi masalah yang timbul. Berdasarkan latar belakang di atas, xxxx xxxx menjadi permasalahan adalah Bagaimana penyelesaian sengketa antara para pihak sebagai akibat adanya wanprestasi dalam perjanjian pembiayaan konsumen PT. Adira Dinamika Multi Finance. Tbk ?

  • Floor Load Tenant shall not place a load upon any floor of the Premises that exceeds 50 pounds per square foot “live load”. Landlord reserves the right to reasonably designate the position of all Equipment which Tenant wishes to place within the Premises, and to place limitations on the weight thereof.

  • Welding Welding and use of cutting torches or cutoff saws will be permitted only in areas that have been cleared or are free of all material capable of carrying fire. Flammable debris and vegetation must be removed from within a minimum 10-foot radius of all welding and cutting operations. A shovel and a 5-gallon standard backpack water container filled and with handpump attached shall be immediately available for use in the event of a fire start. C8.64 – DEBARMENT AND SUSPENSION CERTIFICATION (3/18). Pursuant to 2 CFR 180 and 2 CFR 417, Purchaser shall certify and obtain certifications from its Subcontractors regarding debarment, suspension, ineligibility, and voluntary exclusion, including additional Subcontractors obtained after award of this contract. “Subcontractors” are participants in lower tier covered transactions. Purchaser may rely upon a certification of a prospective Subcontractor that it is not proposed for debarment under 48 CFR 9.4, debarred, suspended, ineligible, or voluntarily excluded from participating in covered transactions or timber sales, unless Purchaser knows that the certification is erroneous. Purchaser shall keep the certifications of its Subcontractors on file until timber sale Termination Date and any extensions thereof, and will provide a copy at the written request of Contracting Officer. Nothing contained in the foregoing shall be construed to require establishment of a system of records in order to render in good faith the certification required by this Subsection. The knowledge and information of Purchaser is not required to exceed that which is normally possessed by a prudent person in the ordinary course of business dealings. If Purchaser knowingly enters into a timber sale transaction with a person who is proposed for debarment under 48 CFR 9.4, suspended, debarred, ineligible, or voluntarily excluded from participation in covered transactions or timber sales, in addition to other remedies available to the Government, Forest Service may pursue available remedies, including suspension and/or debarment. Contracting Officer shall provide a copy of Forms AD-1047 Certification Regarding Debarment, Suspension and Other Responsibility Matters – Primary Covered Transactions and AD-1048 Certification Regarding Debarment, Suspension, Ineligibility and Voluntary Exclusion – Lower Tier Covered Transactions to the Purchaser. Purchaser shall complete form AD-1047 and provide to the Contracting Officer upon request. Purchaser shall require each subcontractor to complete form AD-1048 and provide to the Contracting Officer upon request.

  • XXXREAS the Trust is registered under the Investment Company Act of 1940, as amended, (the "1940 Act") as an open-end, series management investment company; and

  • Checkoff A. In conformity with Section 2 of the Act, 39 U.S.C. 1205, without cost to the Union, the Employer shall deduct and remit to the Union the regular and periodic Union dues from the pay of employees who are members of the Union, provided that the Employer has received a written assignment which shall be irrevo- cable for a period of not more than one year, from each employee on whose account such deductions are to be made. The Employer agrees to remit to the Union all deductions to which it is entitled fourteen (14) days after the end of the pay period for which such deductions are made. Deductions shall be in such amounts as are designated to the Employer in writing by the Union. B. The authorization of such deductions shall be in the fol- lowing form: I hereby assign to the National Association of Letter Carriers, AFL- CIO, from any salary or wages earned or to be earned by me as your employee (in my present or any future employment by you) such regular and peri- odic membership dues as the Union may certify as due and owing from me, as may be established from time to time by said Union. I authorize and direct you to deduct such amounts from my pay and to remit same to said Union at such times and in such manner as may be agreed upon between you and the Union at any time while this authori- zation is in effect, which includes a $8.00 yearly subscrip- tion to the Postal Record as part of the membership dues. Notice: Contributions or gifts to the National Association of Letter Carriers, AFL-CIO are not tax deductible as charitable contributions for Federal income tax purposes. However, they may be tax deductible under other provi- sions of the Internal Revenue Code. This assignment, authorization and direction shall be irrevocable for a period of one (1) year from the date of delivery hereof to you, and I agree and direct that this assignment, authorization and direction shall be automatically renewed, and shall be irrevocable for suc- cessive periods of one (1) year, unless written notice is given by me to you and the Union not more than twenty

  • Name of Building Tenant shall not use the name of the Building for any purpose other than as the address of the business conducted by Tenant in the Premises without the written consent of Landlord. Landlord reserves the right to change the name of the Building at any time in its sole discretion by written notice to Tenant and Landlord shall not be liable to Tenant for any loss, cost or expense on account of any such change of name.

  • Rubric The rubrics are a scoring tool used for the Educator’s self-assessment, the formative assessment, the formative evaluation and the summative evaluation. The districts may use either the rubrics provided by ESE or comparably rigorous and comprehensive rubrics developed or adopted by the district and reviewed by ESE.

  • Porcupine Site Highway 11 and the City of Timmins Thunder Bay and District Toronto/York-Peel