Isu Strategis Klausul Contoh
Isu Strategis. Isu Strategis yang berkembang di masyarakat berkaitan dengan pelaksanaan tugas Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Salatiga pada saat ini antara lain:
a. Pemenuhan Pelayanan Infrastruktur. Ketersediaan infrastruktur sosial yang dapat digunakan warga untuk aktivitas kemasyarakatan masih belum cukup diantaranya untuk aktivitas kepemudaan, olahraga, dan pramuka. Dengan demikian, berbagai aktivitas pemuda, atlet, dan masyarakat umum untuk meningkatkan aktivitas berolahraga, meningkatkan prestasi, jiwa kepemimpinan, pendidikan karakter melalui pramuka menjadi terbatas. Keterbatasan ini akan menghambat terciptanya Kota Salatiga sebagai Kota Layak Pemuda.
b. Pembinaan dan Pengembangan Ekonomi Berbasis Kerakyatan serta Masih Tingginya Angka Kesenjangan Pendapatan Penduduk. Dinas Kepemudaan dan Olahraga memililki indikator kinerja yaitu salah satunya adalah meningkatkan persentase pemuda berwirausaha. Sehingga ada beberapa kegiatan yang direncanakan berkaitan dengan hal tersebut, diantaranya dengan melakukan seminar dan pelatihan kewirausahaan yang diharapkan dapat mendukung kemajuan UMKM dengan tujuan mengembangkan ekonomi di kota Salatiga. Namun dengan adanya permasalahan yang dihadapi dalam melaksanakan kegiatan, seperti kurang memadainya sarana dan prasarana, terbatasnya modal usaha dari para pemuda wirausaha, kurangnya evaluasi dalam pembinaan kewirausahaan, menjadikan persentase pemuda berwirausaha di kota Salatiga masih rendah.
Isu Strategis. Terdapat banyak tantangan strategis yang perlu mendapat perhatian dalam menyusun strategi RSO agar dapat mencapai visinya. Berbagai tantangan tersebut antara lain:
a. Pembiayaan kesehatan semakin terbatas. Sejak implementasi program JKN tahun 2014, BPJS terus mengalami defisit sehingga pembayaran klaim RS terhambat. Bahkan banyak RS yang operasionalnya mulai terganggu karena klaim yang belum dibayar jumlahnya cukup besar. Kedepannya, pemerintah akan semakin memperketat regulasi pembiayaan kesehatan, dan mendorong upaya-upaya promotif-preventif untuk secara jangka panjang menekan biaya pelayanan Kesehatan;
b. RS Pemerintah didorong untuk semakin mandiri. Kebijakan ini sudah mulai berjalan, dimana pemerintah pusat mengurangi subsidi untuk investasi bagi RS-RS milik Kementerian Kesehatan;
c. Delivery pelayanan dengan mutu tinggi pada tingkat yang paling efisien otomatis menjadi tantangan utama RS, dimana sumber daya dari pemerintah (subsidi) berkurang sedangkan RS harus terus berinvestasi untuk memelihara kompetensi dan meningkatkan daya saing. Sementara itu, kebijakan pembiayaan pelayanan kesehatan melalui BPJS menuntut RS agar selalu efisien;
d. Masalah klasik yang masih dihadapi oleh RS hingga kini adalah keterbatasan sumber daya, khususnya tenaga profesional kesehatan. Sebagai RS Ortopedi rujukan nasional, maka SDM yang dimiliki harus yang terbaik dengan tingkat kompetensi tertinggi. Kedepannya, RSO harus juga mampu melahirkan jenis-jenis kompetensi baru yang merupakan pengembangan dari kemampuan pelayanan- pelayanan sub-spesialis dan unggulan;
e. Regulasi terkait dengan operasional rumah sakit belum mampu memfasilitasi seluruh kebutuhan RS. Misalnya, regulasi terkait remunerasi telah membatasi motivasi seorang dokter PNS untuk bekerja di RSO di luar jam kerja, sehingga RS harus merekrut tenaga tambahan untuk mengisi kapasitas layanan di luar jam kerja. Namun tidak mudah untuk mendapatkan tenaga dengan kompetensi tertentu yang sesuai dengan kebutuhan RS Ortopedi Prof. dr. R. Soeharso Surakarta;
f. Medical tourism adalah isu yang sejak beberapa tahun terakhir ini mewarnai diskusi pengembangan RS di level nasional. Hal ini tidak terlepas dari agresivitas negara tetangga dalam memasarkan pelayanan kesehatannya untuk meraih pangsa pasar pasien dari luar negeri;
g. Value for money bukan hanya patient safety dan tarif tapi juga patient experience, dimana sebagian pasien tidak mempermasalahkan tinggi rendahnya tarif rumah sakit melainkan nilai apa yang mereka da...
Isu Strategis. Poltekkes Kemenkes Bengkulu dalam mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan memiliki beberapa permasalahan dan tantangan yang dihadapi pada tahun 2023, seperti isu globalisasi, dan tantangan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam hal kaitan untuk meningkatkan daya saing Poltekkes Kemenkes Bengkulu terdapat isu-isu strategis Poltekkes Kemenkes Bengkulu, yaitu :
1. Peningkatan kemandirian dan tata kelola organisasi yang baik;
a. Pengembangan program studi profesi untuk jurusan gizi dan sarjana terapan untuk jurusan analis, kesehatan lingkungan dan farmasi. Pengembangan program studi magister terapan untuk jurusan gizi, keperawatan dan kebidanan.
b. Mengoptimalkan layanan administrasi tata kelola (keuangan, kepegawaian dan surat- menyurat) melalui sistem e-office.
c. Mewujudkan good polytechnic government untuk mempertahankan WBK dan menuju WBBM serta pencapaian nilai LAKIP AA.
d. Mengembangkan Inkubator Bisnis baru guna meningkatan pendapatan Badan Layanan Umum (BLU).
e. Melaksanakan sistem Penjaminan Mutu institusi pendidikan tinggi secara berkelanjutan pada setiap Jurusan dan Program Studi.
f. Mendapatkan nilai akreditasi institusi dengan predikat unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan akreditasi prodi dengan predikat unggul dari LAM-PT Kes.
g. Melaksanakan pengelolaan institusi yang menganut Prinsip Pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU).
h. Meningkatnya status Poltekkes Kemenkes Bengkulu ke jenjang yang lebih tinggi yaitu Institut Kesehatan atau Universitas Terapan .
i. Tersedianya sistem informasi pendidikan dan layanan administrasi pendidikan dan aset yang berbasis pada penggunaan teknologi informasi terintegrasi (berbasis Web) pada semua Jurusan dan Program Studi.
2. Peningkatan layanan kemahasiswaan
a. Mengembangkan layanan carier center berbasis digital.
b. Meningkatkan kualitas Latihan Dasar Kepemimpinan.
c. Meningkatkan kualitas pembinaan mental spiritual baik bagi mahasiswa dan alumni.
d. Meningkatkan kualitas Pelatihan Enterpreneurship.
e. Mengembangkan revolusi mental bagi civitas akademika.
f. Meningkatkan pelayanan terhadap konsumen melalui sistem “Service Excellent”.
3. Meningkatkan Kualitas Pendidikan dan Pengajaran Bidang Kesehatan Sesuai SN- DIKTI
a. Meningkatkan kualitas sistem penerimaan mahasiswa baru (SIPENMARU) melalui penerapan sistem online yang transparan, akuntabilitas dan kredible.
b. Meningkatkan kualitas proses pembelajaran berbasis e-learning, digital learning dan
c. Mengopti...
Isu Strategis. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang memegang peranan yang sangat penting dalam menunjang perekonomian masyarakat dan peningkatan investasi. Ketersediaan infrastruktur yang menghubungkan seluruh sumber perekonomian masyarakat dan mampu meningkatkan kelancaran barang dan jasa, demikian juga hal nya dengan fasilitas infrastruktur dasar yang memadai sangat berpengaruh terhadap kondisi Kesehatan dan akses Pendidikan masyarakat yang nermuara pada kesejahtareaan masyarakat.
Isu Strategis. Beberapa isu strategis yang merupakan permasalahan utama yang dihadapi oleh RSUD Bali Mandara Provinsi Bali, diantaranya:
1. Masih tingginya prevalensi penyakit di Provinsi Bali
2. Masih tingginya prevalensi penyakit covid 19 di Provinsi Bali
3. Semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap mutu layanan
4. Belum optimalnya penelitian kesehatan di RSUD Bali Mandara Provinsi Bali, yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran
5. Belum rampungnya Pembangunan Gedung Unit Layanan Kanker Terpadu baik pada bangunan/fisik, maupun peralatan kesehatan dan sarana prasarana penunjang lainnya
6. Berdasarkan Permenkes No. 3 Tahun 2020 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit, RSUD Bali Mandara masih kekurangan dari segi ketenagaan, di RSUD Bali Mandara Provinsi Bali belum memiliki dokter spesialis dan sub spesialis yaitu Dokter Spesialis Kedokteran Nuklir, Dokter Spesialis Kedokteran Forensik, Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik, Dokter Spesialis Onkologi, Dokter Gigi Sub Spesialis Konservasi/Endodonsi dan Dokter Gigi Spesialis Orthodonti. Untuk kedokteran forensik sementara ini RSUD Bali Mandara bekerja sama dengan RSUP Sanglah dalam mendatangkan dokter tamu.
