We use cookies on our site to analyze traffic, enhance your experience, and provide you with tailored content.

For more information visit our privacy policy.

Wawancara Klausul Contoh

Wawancara. Berdasarkan hasil kuesioner dan pengkajian (review) dokumen, Xxx Xxxxxxxx melakukan pendalaman melalui wawancara untuk melengkapi dan mengkonfirmasi informasi yang telah diperoleh sebelumnya. Wawancara dilakukan terhadap Dewan Komisaris, Direksi, dan pejabat satu level di bawah Direksi yang dipilih secara sampling sesuai dengan kebutuhan yang pelaksanaannya dilakukan pada minggu kedua dan ketiga.
Wawancara. Wawancara Kinerja rantai pasok - Kinerja mitra - Kinerja perusahaan Sumber: Rahmasari (2022) Data sekunder merujuk pada data yang telah dikumpulkan oleh pihak lain. Tujuan pengumpulan data sekunder adalah untuk mendukung penelitian ini dan memperoleh informasi historis dan melengkapi kekurangan data primer. Adapun teknik pengumpulan data sekunder dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5 Teknik pengumpulan data sekunder
Wawancara. Teknik wawancara yang dilakukan adalah secara semi terstruktur, dimana pertanyaan- pertanyaan yang akan diberikan pada responden telah disiapkan terlebih dahulu dalam bentuk daftar pertanyaan dan ditujukan kepada pihak yang terkait, yaitu dengan Bpk Xxxxxx Xxxxxxx S.T, selaku Manager dan Bpk Xxx xxxxxx S.S, selaku Manager Operasi. Guna memperoleh data baik lisan maupun tulisan terhadap penelitian tersebut.
Wawancara. Wawancara dilakukan kepada koordinator UPT Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Lawang dan anggota kelompok tani maupun kelompok wanita tani. Wawancara kepada koordinator UPT Balai Penyuluh Pertanian dilakukan untuk mendapatkan informasi secara umum mengenai permasalahan yang terjadi mengenai kinerja PPL. Wawancara kepada anggota kelompok tani maupun anggota kelompok tani dilakukan untuk mendapatkan informasi tambahan mengenai kinerja PPL laki-laki dan PPL perempuan di UPT Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Lawang.
Wawancara. Metode wawancara dimaksudkan untuk memperoleh data pendukung atau tambahan. Metode ini bertujuan untuk mendapatkan jawaban atau hasil yang sesuai dengan pokok permasalahan yang dibahas yang diperoleh dari narasumber dengan dua pihak, pihak pertama yaitu Xxxxxx Xxxxxxxxx, selaku Sustainabillity and Csr XL melalui email. Kemudian pihak ke dua yaitu peserta program dengan atas nama X. Xxxxxxxx Xxxxxxx, dengan cara tanya 41 Ibid, hlm. 82 42 Ibid, hlm. 81 43 Ibid, hlm. 83 jawab sambil tatap muka antara pewawancara dengan informan atau orang yang sedang diwawancarai. F. Metode Pengolahan Data 1. Pemeriksaan data (editing) Data yang terkumpul lengkap, relevan, jelas, dan tidak berlebihan sesuai dengan permasalahan yang dibahas.
Wawancara. Untuk pengumpulan data dalam penelitian ini penyusun menggunakan teknik wawancara semi terstruktur, yaitu wawancara yang dilaksanakan hanya dengan menggunakan pedoman wawancara yang berupa garis besar dari permasalahan yang akanditeliti. Partisipan dalam penelitian adalah TKI dan Kepala Cabang PT Bangun Gunung Xxxx Xxxxxx Banyumas.
WawancaraPengumpulan data dilakukan dengan cara mengadakan wawancara secara langsung dengan responden seputar permasalahan yang sedang diteliti.
Wawancara. Wawancara merupakan salah satu metode pengumpulan data dengan jalur komunikasi, yakni melakukan kontrak atau hubungan pribadi antara pengumpul data (pewawancara) dengan sumber data (responden). Untuk mendapatkan data, penulis menggunakan jenis wawancara semi terstruktur. Penulis melakukan wawancara dengan pihak terkait yaitu pemilik beberapa rumah makan yang ada di kota padang.
Wawancara. Hasil wawancara dengan Komang Okky, Kepala Koperasi Karya Mandiri Lombok Barat, 13 Oktober 2020.
Wawancara. Menurut Xxxxxxx dalam Xxxx Xxxxxxx, wawancara adalah suatu percakapan yang diarahkan pada suatu masalah tertentu. Hal tersebut merupakan proses tanya jawab lisan yang melibatkan dua orang atau lebih berhadap-hadapkan secara fisik (Gunawan, 2014:160). Wawancara menurut Xxxxxxxxx dalam Xxxxxxxx adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab. Sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu. Bentuk-bentuk wawancara terdiri dari wawancara terstruktur, semi-terstruktur dan tidak terstruktur (Xxxxxxxx, 2011:317-319). Masih dalam buku yang sama, dikatakan bahwa wawancara semi-terstruktur adalah jenis wawancara yang termasuk dalam kategori wawancara mendalam. Penulis lebih bebas bertanya dibandingkan dengan wawancara terstruktur. Adapun tujuan dari wawancara ini agar menemukan permasalahan secara lebih terbuka karena informan akan diminta pendapat dan tanggapannya. Dalam melakukan wawancara semi-terstruktur, penulis perlu mendengarkan dengan teliti dan mencatat yang dikemukakan oleh informan (Xxxxxxxx, 2011:320). Dalam penelitian ini ada satu narasumber yang diwawancarai secara semi terstruktur dengan Deeby RS Momongan. Ia merupakn perempuan aktivis dari GMIM dan lahir di Manado tanggal 27 Desember 1969. Sebelumnya direncanakan akan mewawancarai juga aktivis Gerakan Cinta Damai lainnya dan wakil Majelis Kerukunan Umat Beragama di Sulawesi Utara. Tapi situasi tidak memungkinkan. Pertanyaan yang akan diajukan sudah disusun rapih akan tetapi ketika melakukan wawancara dengan melakukan telepon langsung, pertanyaan berkembang sesuai dengan tujuan penelitian.